Ketua GAMNA

TGK.H.T. IRSYADI YAHYA SAIDI

DSC_0088 copyIsyadi yang biasa akrab disapa dengan Teungku Ir, atau teungku Irsyad adalah sosok pemuda lincah, tegas, cerdas dan terbuka.Beliau dilahirkan di Meunasah NGA Matang Ubi Lhoksukon Aceh utara pada tanggal 15 Juli 1982. Tgk Ir adalah putra ke 6 dari 10 bersaudara dari pasangan Almarhum.

Tgk Yahya Saidi dengan ibunda Aminah. Di Dunia pendidikan, beliau pernah menempuh pendidikan SDN Desa Reudeup Lhoksukon, kemudian melanjutkan pendidikan di Dayah Darul Huda Lueng Angen dari 1995-2001, Darul Huda adalah sebuah Dayah Salafi yang didirikan oleh Abu Daud Atau yang lebih dikenal dengan Abu Daud Lueng Angen. Setelah tidak lagi mengaji di Dayah Darul Huda, awal tahun 2001 tepatnya ada tanggal 11 Febuari 2001 beliau hijrah untuk melanjutkan pendidikan dayah di Aceh Besar hingga belajar dan mengajar di Dayah Darul Aman Meunasah Lampuuk Tungkop Darussalam dari tahun 2001 hingga 2006. Selama di Dayah Darul Aman Teungku Irsyad mengambil Ijazah Aliyah Dari Dayah Insafuddin melanjutkan ke universitas swasta, pemuda yang akrab di sapa Teungku Irsyad  ini juga pernah mengikuti Studi Banding ke Malaysia pada tahun 2003 Akhir tentang “Kurikulum Dayah”. Pada tahun 2005 beliau sempat bekerja di BRR sebagai fasilitator kecamatan dalam kabupaten Aceh Besar. Beliau juga penah berkesempatan melanjutkan pendidikan  studi banding system kurikulum Dayah di Timur Tengah tepatnya di Masir  mulai 26 Oktober akhir 2006. Hingga Sempat menetap disana selama satu tahun, “Kehausan” beliau terhadap Ilmu tidak sampai disitu saja, kemudian beliau berangkat berkelana ke Saudi Arabia. Melalui visa umrah dengan kapal beliau berangkat sendiri dari Mesir ke Yanbuk Madinah,  Selama disana beliau mendapat kesempatan menjumpai dan mendalami Khazanah ilmu Agama ke beberapa Syaikh di Madinah, seperti Habib Zain, di Jeddah syehk Hasan dari Phatani, dan juga Mekkah beliau belajar dengan syekh Muzakir dan Habib Irham Al Aydarus. Selama disana beliau juga berkesempatan menunaikan ibadah Umrah dan Rukun Haji. tepatnya paada tahun 2008 awal, hingga kisah Teungku Irsyad pulang ke Jakarta dan melanjutkan ke Aceh setelah bermukim 15 hari di bekasi. Setiba di Aceh di minta oleh Gubernur Aceh kala itu untuk membantu tim Konsilidasi dan Fasilitator tokoh Aceh dan Jawa untuk saling percaya pasca bentrok antar suku di pedalaman Aceh. Pada tahun 2010-2012 beliau pernah bekerja sebagai Staf bidang Agama, Adat Istiadat dan Budaya di komisi G DPRA.

Kiprahnya dalam perjuangan  Agama, Adat dan Budaya tidak berhenti disitu saja, beliau juga pernah menjadi Inisiator pembuatan Pergup tata kelola pendidikan Dayah Aceh dan QANUN Rumah Rumah ibadat, Saat ini beliau dipercayai sebagai ketua umum di Organisai Gema Aneuk Muda Nanggroe  Aceh (GAMNA) lewat musyawarah pendiri pada 2010. Beliau juga menjabat sebagai bendahara umum yayasan AMNA bergerak di bidang Agro dari 2010 hingga sekarang. Alumni Sarjana Ekonomi Universitas Trikarya Medan ini, merupakan Suami dari Dokter Sri Nurmalia Binti H.Zakaria Bin Dadeh, juga ayah dari  dua orang puteri kecil Zakiyya Khaira dan Mufida Karima sekarang berdominasi di kota Banda Aceh.

Translate »